Friday, July 29, 2016

Makalah Kenakalan Remaja

Makalah Kenakalan Remaja


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah karena atas berkah, rahmat, dan hidayahNya sehingga makalah ini dapat selesai sebagaimana yang kami harapkan. Tugas makalah yang diberi judul “Kenakalan Remaja” ini ialah suatu karya tulis yang terbentuk dari hasil kerja sama kelompok dimana tugas ini merupakan tugas dari aspek  penilaian mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Kemudian dengan selesainya makalah ini, kami menghaturkan rasa terimakasih kepada Guru Bahasa Indonesia kami yang telah membimbing dalam mengajarkan langkah-langkah pembuatan makalah sehingga makalah ini dapat tersusun meski banyak kekurangan didalamnya. Harapan penulis semoga malakah yang telah kami susun ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Kritik serta saran yang membangun dari pembaca penulis harapkan agar kedepannya makalah ini dapat jauh lebih baik lagi. Terimakasih.
 Penulis

 DAFTAR ISI
Halaman Judul ..............................................................................................          
Kata Pengantar ..............................................................................................          
BAB I PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang ................................................................................          
1.2         Rumusan Masalah ..........................................................................          
1.3         Tujuan ..........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN DAN ISI
2.1.      Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja .............................................          
2.2.      Peran Orang Tua, Guru dan Lingkungan ............................................          
2.3.      Contoh / Jenis-jenis Kenakalan remaja  ..............................................          
2.4.      Tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja .........................          
BAB III PENUTUP
2.1.      Simpulan .......................................................................................          
2.2.      Saran ............................................................................................          
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................          
 
 
 BAB I
PENDAHULUAN
2.3.      LATAR BELAKANG
·        Banyaknya remaja yang melakukan kenakalan remaja yang tidak sewajarnya.
·        Ditinjau dari lingkungan sekitar yang mendukung akan anak remaja berbuat negatif.
·        Kenakalan remaja terjadi karena banyaknya pengaruh dari luar yang sedang marak terjadi.
·        Kembali kepada masing-masing individu.
2.4.      RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang menyebabkan kenakalan remaja terjadi ?
2.      Bagaimana peran orang tua, guru dan lingkungan sehingga anak melakukan kenakalan remaja ?
3.      Bagaimana para remaja bisa berubah menjadi remaja yang nakal ?
4.      Dampak apa saja yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja ?
5.      Apa tips untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja?
2.5.      TUJUAN
      Mengetahui penyebab kenakalan remaja dan gejala-gejala yang dapat memperlihatkan hal-hal yang mengarah pada kenakalan remaja serta untuk memahami hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menanggulangi kenakalan remaja.


BAB II
PEMBAHASAN DAN ISI
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi. Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.
        Kenakalan remaja menjadi hal yang perlu di waspadai dan lebih diperhatikan karena seiring berkembangnya seorang anak, sudah sewajarnya seorang remaja melakukan sebuah kenakalan. Selama kenakalan itu masih pada tingkat yang wajar. Oleh karena itu peran orang tua dalam mendidik seorang anak apalagi remaja sangat diperlukan penanaman nilai, dan norma yang diberikan sejak dini dapat mempengaruhi sikap, perbuatan mental seorang anak untuk dapat memilah mana hal yang perlu ditiru, dan mana hal yang tidak patut ditiru, pada intinya seorang anak dapat melihat mana yang baik dan mana yang tidak baik. Apabila peran orang tua tidak maksimal sejak anak masih kecil, pada saat tumbuh menjadi seorang remajapun tidak menutup kemungkinan seorang remaja berbuat hal yang melanggar aturan. Seperti banyak contoh yang terjadi, seorang remaja kedapatan sedang merokok, meminum-minuman keras, sampai sex bebas dilakukan tanpa rasa bersalah. Hal itu karena tidak adanya pengawasan orang tua, atau kurangnya perhatian dari orang tua.
        Banyak faktor-faktor yang membuat remaja memasuki dunia pergaulan yang rusak. Biasanya hal ini berawal dari mereka berteman dengan teman yang membawa dampak buruk, karena masa remaja itu masa dimana keadaan psikis remaja bisa mudah terpengaruh. Ada faktor yang berasal dari keluarga, karena kurangnya perhatian dari keluarga membuat anak menjadi royal dalam pergaulan. Faktor terpenting yang membuat remaja mudah terjerumus dipergaulan bebas karena kurangnya agama yang membentengi pikiran dan jiwa anak. Oleh karena itu, pendidikan dasar agama pada anak sangat diperlukan dalam kehidupan si anak. Berhasil atau tidak berhasilnya anak, kembali lagi pada peran keluarga dalam memberikan pendidikan agama dan pada diri anak sendiri.
2.1               PENYEBAB TERJADINYA KENAKALAN REMAJA
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
2.1.1        Faktor Internal :
1.1  Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedia.
2.1  Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
2.1.2       Faktor Eksternal :
1.       Keluarga
Perceraian orang tua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
2.       Pengaruh kawan sepermainan yang kurang baik
3.       Komunitas / lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kenakalan remaja :
Ø  reaksi frustasi diri
Ø  gangguan berpikir dan intelegensia pada diri remaja
Ø  kurangnya kasih sayang orang tua / keluarga
Ø  kurangnya pengawasan dari orang tua
Ø  dampak negatif dari perkembangan teknologi modern
Ø  dasar-dasar agama yang kurang
Ø  tidak adanya media penyalur bakat/hobi
Ø  masalah yang dipendam

Wednesday, July 27, 2016

Layanan Bimbingan Konseling Di sekolah


Layanan Bimbingan Konseling Di sekolah

JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini


Apakah kamu pernah masuk ruang BK di sekolah?. Jika benar berarti layanan
BK di sekolahmu sangat baik. Bimbingan Konseling (BK) merupakan bagian intergral dari sistem pendidikan di sekolah dalam upaya membantu siswa mencapai perkembangan yang optimal sesuai dengan potensinya. Secara khusus layanan BK diarahkan untuk membantu siswa agar berkembang menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, produktif dan berperilaku jujur. Ada 7 jenis layanan BK di sekolah, yaitu:
  1. Layanan orientasi, ditujukan kepada siswa baru atau siswa pindahan untuk memahami situasi sekolah dan lingkungannya. Orientasi dapat mencakup pengenalan terhadap program sekolah, kurikulum, pola pembelajaran dan evaluasi yang berlaku disekolah, fasilitas dan cara penggunaannya, serta hal-hal lain yang diperkirakan perlu dipahami oleh siswa baru. Layanan ini dapat dilakukan secara individu atau kelompok dan sebaiknya diprogramkan pada setiap awal tahun ajaran baru.
  2. Layanan informasi, dimaksudkan untuk membantu siswa mendapatkan informasi yang diperlukan. Ada informasi yang diperlukan oleh banyak siswa sehingga layanannya dilakukan secara kelompok, misalnya tentang kesehatan, perkembangan remaja serta perguruan tinggi. Tetapi juga ada yang hanya diperlukan oleh siswa tertentu sehingga layanannya diberikan secara individu.
  3. Layanan pembelajaran, ditujukan untuk membantu siswa mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan ini dapat diberikan secara individu, misalnya bagi siswa yang memiliki kesulitan belajar tertentu atau dapat secara kelompok jika ada beberapa orang yang mengalami kesulitan yang serupa.
  4. Layanan penempatan dan penyaluran, ditujukan untuk membantu siswa dalam memperoleh kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai, serta merencanakan pilihan jurusan di perguruan tinggi atau lapangan kerja yang sesuai dengan minat dan bakat serta kepribadian siswa.
  5. Layanan konseling perorangan,  ditujukan untuk pemecahan masalah pribadi tetapi mengena pada beberapa orang siswa, misalnya untuk siswa yang kesulitan membayar uang sekolah.
  6. Layanan bimbingan kelompok, ditujukan untuk pemecahan masalah umum (bukan masalah pribadi), misalnya masalah ketertiban, ujian dan sebagainya.  Karena masalah bersifat umum, maka bimbingan dilakukan secara kelompok siswa yang mengalami masalah tersebut.

Perlu dicatat dalam penanganan layanan tersebut diatas, guru BK sebaiknya bekerjasama dengan guru, TU, dan tenaga lain yang terkait. Misalnya untuk layanan orientasi bagi siswa baru, guru BK dapat bekerjasama dengan wakasek kesiswaan dan wali kelas. Untuk layanan pembelajaran, guru BK dapat bekerjasama dengan wali kelas dan guru mata pelajaran. Sukses tidaknya layanan BK di sekolah dapat dilihat dari berapa jumlah siswa yang secara sukarela datang berkonsultasi ke ruang BK dalam periode tertentu. Jika anda berprofesi sebagai guru BK dan jarang ada siswa yang datang untuk curhat berarti anda belum menjadi guru BK yang handal. 

RANCANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

RANCANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini


PENDAHULUAN
Para mahasiswa kedokteran selama mengikuti proses pembelajaran akan menemui banyak tekanan dan masalah. Tekanan dan masalah yang mereka hadapi meliputi masalah akademik maupun masalah non akademik. Masalah akademik seperti tekanan menghadapi ujian, nilai IPK rendah, terancam drop out dan masalah akademik lainnya. Sedangkan masalah non akademik seperti masalah keuangan, masalah keluarga, masalah akomodasi, masalah interpersonal maupun intrapersonal. Banyak dari masalah- masalah tersebut menyebabkan stress dan gangguan kesehatan mental ringan maupun berat.
Penelitian Guthrie dan kawan-kawan melaporkan bahwa lebih dari 50 % mahasiswa kedokteran tahun pertama mengalami stress yang berhubungan dengan tugas-tugas perkuliahan. Penelitian Moffat dan kawan-kawan menemukan bahwa pada masa awal perubahan kurikulum di beberapa fakultas kedokteran merupakan sumber stress bagi mahasiswa.
Fakultas kedokteran Universitas Riau (FK Unri) telah menerapkan kurikulum baru, yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi pembelajaran metode problem based learning (PBL) sejak tahun 2007. Merujuk kepada penelitian di atas, penulis melihat di lapangan bahwa perubahan kurikulum ini menyebabkan sumber stress bagi mahasiswa. Mahasiswa tahun pertama yang menjalani kurikulum baru ini mengalami masalah yang berbeda dengan masalah para mahasiswa tahun di atas mereka. Permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa ini dapat dimengerti karena pada tahap awal perubahan kurikulum ini diperlukan persiapan dan pembenahan baik dari gedung dan bangunan, sumber daya manusia (staf dosen dan staf tata usaha), fasilitas perkuliahan, metode pembelajaran hingga metode penilaian yang akan diterapkan. Ketidaksiapan dari pembenahan pendukung pembelajaran di atas akan menyebabkan sumber stress bagi mahasiswa.
Dari permasalahan yang dihadapi oleh FK Unri di atas maka diperlukan suatu program yang dapat menyelesaikan masalah di atas. Dalam tulisan ini penulis akan mengemukakan suatu rancangan program bimbingan dan konseling mahasiswa sebagai program mengatasi masalah di atas.
ISI
Tahap-tahap perancangan program bimbingan dan konseling pendidikan FK Unri meliputi :
  • 1. Identifikasi kebutuhan (need assessment)
  • 2. Menentukan tujuan dan fungsi
  • 3. Identifikasi metode dan sumber daya
  • 4. Evaluasi program
  • 1. Identifikasi Kebutuhan
Penulis mengidentifikasi kebutuhan berdasarkan lokasi mahasiswa belajar yaitu di kampus, di rumah sakit, kegiatan lapangan hingga tempat tinggal. Penulis menemukan ada empat kategori masalah yang dihadapi oleh mahasiswa kedokteran yaitu :
  • a. Masalah akademik, merupakan hambatan atau kesulitan yang dihadapi oleh para mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan dan mengoptimalkan perkembangan belajarnya. Masalah akademik meliputi kebutuhan identifikasi dan membantu mahasiswa dalam kesulitan akademik, kurang motivasi atau semangat belajar, kebutuhanfeedback dan advice setelah ujian, kesulitan dalam menyusun kartu rencana studi (KRS), kesulitan dalam ketrampilan belajar hingga kesulitan dalam mengerjakan skripsi.
  • b. Masalah karir, meliputi kebutuhan bimbingan mengenai penentuan karir mahasiswa setelah lulus, kebutuhan petunjuk cara menyusuncurriculum vitae (CV), teknik interview ketika melamar pekerjaan.
  • c. Masalah professional, meliputi masalah yang berhubungan dengan sikap dan tingkah laku professional sebagai seorang dokter, dimana ada beberapa mahasiswa yang merasa kesulitan sekali dalam menerapkan perilaku professional ini sehingga membutuhkan bimbingan dan konseling.
  • d. Masalah personal, meliputi masalah kesulitan keuangan, kesulitan karena masalah-masalah keluarga, kesulitan karena masalah frustasi dan konflik pribadi, kesulitan akomodasi dan penyesuaian dengan lingkungan tempat tinggal bagi mahasiswa yang kos hingga masalah kepribadian.
Secara garis besar masalah di atas dapat di kategorikan dalam dua hal yaitu masalah akademik dan masalah non akademik. Namun penulis lebih merinci lagi masalah ini menjadi empat kategori masalah agar masalah tersebut lebih mudah dikenali sehingga tujuan pemberian bimbingan dan konseling lebih jelas walaupun dilakukan oleh konselor pemula.
  • 2. Menentukan tujuan dan fungsi bimbingan dan konseling.
Tujuan program bimbingan dan konseling adalah :
  • a. Membantu mahasiswa untuk mengatasi masalah yang dihadapi (masalah akademik, masalah karir, masalah professional, masalah personal) melalui proses memecahkan persoalan yang dihadapinya secara realistis, mengambil keputusan mengenai berbagai pilihan secara rasional, melaksanakan keputusan secara konkrit dan bertanggung jawab atas keputusan yang ditetapkan dan menilai hasil pelaksanaan keputusan tersebut secara jujur.
  • b. Mewujudkan potensi dirinya secara optimal.
  • c. Membantu mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus yang memiliki tata nilai dan tuntunan serta hambatan tersendiri.
Fungsi program bimbingan dan konseling adalah :
  • a. Penyesuaian adalah fungsi bimbingan dalam rangka membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  • b. Pencegahan adalah fungsi bimbingan dalam rangka membantu mahasiswa menghindari kemungkinan terjadinya hambatan dalam perkembangan.
  • c. Perbaikan adalah fungsi bimbingan dalam membantu mahasiswa memperbaiki kondisinya yang dipandang kurang memadai.
  • d. Pengembangan adalah fungsi bimbingan dalam membantu mahasiswa mengembangkan dirinya secara optimal.
3. Identifikasi metode dan sumber daya
Metode yang akan diterapkan yaitu :
  • a. Konsultasi perorangan atau kelompok dengan dosen unit bimbingan dan konseling
  • b. Membangun Website unit bimbingan dan konseling yang dapat diakses secara local area network (LAN) dan internet.
  • c. Konsultasi perorangan atau kelompok dengan dosen penasehat akademik.
  • a Konsultasi perorangan atau kelompok dengan dosen unit bimbingan dan konseling FK Unri.
Dosen di unit bimbingan dan konseling terdiri dari 1 orang dosen yang memiliki latar belakang S2 ilmu pendidikan kedokteran, 1 orang ahli Psikologi dan 1 orang Psikiater. Ujung tombak penanganan bimbingan dan konseling di unit ini dilakukan oleh dosen yang memiliki latar belakang S2 ilmu pendidikan kedokteran sebagai konselor utama di unit bimbingan dan konseling. Sedangkan ahli psikologi dan psikiater merupakan sebagai rujukan ahli apabila kasus yang ditangani berat dan memerlukan keahlian psikolog dan psikiater. Ketersediaan ahli psikologi dan psikiater tersebut, didapat dengan bekerjasama dengan rumah sakit pendidikan.

MAKALAH BIMBINGAN DAN KONSELING TENTANG PERMASALAHAN ANAK SEKOLAH DASAR



MAKALAH BIMBINGAN DAN KONSELING TENTANG PERMASALAHAN ANAK SEKOLAH DASAR


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini




BAB I
PERMASALAHAN
Ilustrasi Cerita
Seorang siswa kelas IV sekolah dasar bernama Rizal, sering sekali datang ke sekolah terlambat, dan sering tidak masuk sekolah. Hal ini mengakibatkan ia serig tertinggal materi pembelajaran.Kebiasaan terlambatnya ini juga membuat Ia sering mendapat teguran dari guru kelasnya karena ia dianggap selalu malas bangun pagi dan malas sekolah. Selain itu keterlambatan Rizal juga membuat teman-teman rizal menjadi terganggu konsentrasinya karena ia datang ke kelas saat siswa lain sedang berkonsentrasi menerima materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya.


BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kajian Teori Bimbingan dan Konseling
1. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan adalah proses membantu atau menolong individu yang menuntun untuk mencapai perkembangan optimal,Sedangkan konseling merupakan salah satu bentuk hubungan yang bersifat membantu, makna bantuan di sini yaitu sebagai upaya untuk membantu orang lain agar ia mampu tumbuh ke arah yang dipilihnya sendiri.


2. Ragam Bimbingan Menurut Masalah
a. Bimbingan akademik
Bimbingan yang diarahkah untuk membantu para individu dalam meghadapi dan memecahkan masalah-masalah akademik. Yang tergolong masalah-masalah akademik yaitu: pengenalan kurikulum, pemilihan jurusan/konsentrasi, cara belajar, penyelesaian tugas-tugas dan latihan, pencarian, dan penggunaan sumber belajar, perencanaan pendidikan, dan lain-lain.
b. Bimbingan social-pribadi
bimbingan social-pribadi merupakan bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah social-pribadi
c. Bimbingan Karir
Bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan, dan pemecahan masalah-masalah karir.
d. Bimbingan keluarga
Upaya pemberian bantuan kepada para individu sebagai pemimpin/anggota keluarga agar mereka mampu menciptakan keluarga yang utuh dan harmonis.
3. Tujuan Bimbingan
Tujuan bimbingan dan konseling ialah agar konseli dapat:
1. Merencanakan kehidupannya di masa mendatang;
2. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin;
3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, masyarakat serta lingkungan kerjanya;
4. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja.


4. Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar
Ada lima hal yang melatarbelakangi perlunya layanan bimbingan di sekolah, yaitu:
1. Masalah perkembangan individu,
2. Masalah perbedaan individual,
3. Masalah kebutuhan individu,
4. Masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku, dan
5. Masalah belajar.
• Fungsi Bimbingan dan Konseling di SD/MI
Fungsi bimbingan dan konseling di SD ada tiga macam, yaitu:
a. Fungsi Penyaluran (distributive)
Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program pendidikan yang ada di sekolah, memilih jurusan sekolah, memilih jenis sekolah ataupun lapangan kerja yang sesuai dangan bakat, minat, cita-cita, dan ciri-ciri kepribadiannya. Di samping itu, fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah, antara lain membantu menempatkan naak dalam kelompok belajar, dan lain-lain.
b. Fungsi penyesuaian (adjustif)
Fungsi penyesuaian adalah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai teknik bimbingan, khususnya dalam teknik konseling, siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah dan kesulitan-kesulitannya. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal.
c. Fungsi adaptasi (adaptif)
Fungsi adaptasi adalah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah, khususnya guru, dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswa. Dalam fungsi ini, pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri, kebutuhan minat dan kemampuan, serta kesulitan siswa terhadap guru. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat, cita-cita, kebutuhan dan minatnya.
• Prinsip- Prinsip Bimbingan Konseling di SD
Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoritis dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan bimbingan dan konseling. Berikut ini perinsip-prinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber, sebagai berikut.
a. Sikap dan tingkah laku siswa sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adalah unik dan khas. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian siswa. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan, sikap, dan tingkah laku siswa sehingga memberikan layanan dan cara-cara yang sesuai atau tepat.
b. Tiap siswa mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. Oleh karena itu, dalam memberikan bimbingan diperlukan teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan siswa.
c. Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada bantuan sehingga siswa yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri.
d. Dalam suatu proses bimbingan, siswa yang dibimbing harus aktif, mempuyai banyak inisiatif sehingga proses bimbingan berpusat pada siswa yang dibimbing.
e. Prinsip referral atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. Ini terjadi apabila ternyata maslaah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan). Untuk menangani masalah tersebut, perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli.
f. Pada tahap awal, bimbingan dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan yang dialami individu yang dibimbing.
g. Proses bimbingan dilaksanakan secraa fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya.
h. Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. Di samping itu, ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat.
i. Program bimbingan di sekolah hendaknya diadakan penilaian secara teratur. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan.B. Pemecahan Masalah


Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan Layanan Perorangan yakni pelayanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik mendapatkan pelayanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi yang di alami oleh peserta didik.
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
• Analisis
Yakni mengumpulkan dari berbagai sumber dari berbagai pihak yang di duga ada hubungannya dengan permasalahan yang di hadapi oleh Rizal. Mencari informasi dari teman tetangga Rizal bagaimana perilaku Rizal apabila di rumah dan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh Rizal di rumahnya. Menanyakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh Rizal sebelum berangkat sekolah atau sesudah pulang sekolah. Menanyakan kepada Orang tua Rizal apa yang selalu dilakukan Rizal setiap pagi sehingga Ia selalu datang ke sekolah terlambat, hingga bahkan tidak masuk sekolah. Apakah Orang tua Rizal mengetahui bahwa Rizal terkadang tidak masuk sekolah dan sering datang terlambat ke sekolah. Dan yang terakhir wawancara langsung kepada Rizal,dengan cara ia mengungkapkan isi hatinya kepada guru pembimbing.Apayang menjadi alasan ia tidak masuk sekolah dan sering datang terlambat, serta menanyakan hal-hal yang terkait dengan masalah ini.


• Sintesis
Yakni membuat suatu rangkuman tentang permasalahan Rizal,sehingga tampak jelas hal-hal yang berhubungan dengan Siswa.
Missal:
a. Selain ia tidak masuk sekolah dan kebiasaannya yang datang terlambat ke sekolah Ia dikenal baik, suka membantu teman sehingga ia mempunyai banyak teman di sekolah, namun ia tidak memilki banyak teman di lingkungan rumahnya.
b. Hanya ada beberapa teman yang dekat dengan Rizal di lingkungan rumahnya, karena ia jarang bermain, ia lebih sering membantu orang tuanya bekerja.
c. Rizal anak yang baik di keluarganya, Rizal sering membantu orang tuanya yang bekerja sebagai pedagang pakaian.


• Diagnosis
Kegiatan untuk menyusun gambaran diri siswa.Dengan tersusunnya gambaran kondisi sehingga tampak dengan jelas masalah apa yang sedang di alami oleh siswa dan factor-faktor penyebabnya.
Diagnosis yang di susun ialah seperti ini:
a. Rizal dianggap malas bangun pagi, dan malas sekolah oleh gurunya, Karena ia terkadang tidak masuk sekolah dan kebiasaannya yang sering datang terlambat ke sekolah.
b. Rizal mempunyai sifat yang baik, dan suka membantu sehingga ia selalu membantu orang tuanya berdagang hingga larut malam.
Dari diagnosis yang telah disusun telah jelas bahwa permasalahan timbul dari diri Rizal sendiri yang mempunyai perasaan selalu ingin membantu meringankan pekerjaan orang tuanya, serta orang tua Rizal yang kurang memperhatikan sekolah Rizal, dimana sebagai siswa ia harus tetap sekolah dan berangkat pagi agar tidak terlambat masuk kelas.


• Prognosis
Adalah kegiatan atau usaha untuk memilih alternative tindakan yang bias dilakukan Rizal untuk mengatasi masalahnya sendiri.Dengan cara meminta bantuan orang tua,memberikan informasi yang efektif kepada Rizal tentang cara membantu orang tuanya tanpa mengganggu sekolahnya, memberi pengertian dan penjelasan kepada guru bahwa Rizal bukan siswa yang malas sekolah dan malas bangun pagi sehingga sering datang terlambat ke sekolah, akan tetapi karena Rizal memiliki perasaan yang sangat peka terhadap orangtuanya sehingga ia rela membantu ornag tuanya bekerja hingga larut malam. Dan alternative lainnya ialah dengan meminta orang tua Rizal melarang ia membantu berjualan pada saat waktu sekolah, kecuali hari libur.


• Konseling
Tujuan utama konseling ialah pelaksanaan pemberian bantuan kepada siswa,agar Rizal memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara membantu yang benar,cara meringankan pekerjaan orang tuanya, tanpa menganggu waktu sekolahnya.Sehingga ia dapat mengatasi sendiri masalahnya,berusaha menjadi anak yang rajin, baik hati dan senang membantu orang tua,agar pintar dan dapat membuktian bahwa dirinya memiliki potensi yang harus di gali terus.Adapun bantuan yang diberikan dalam langkah ini sangat bergantung dengan diagnosis dan prognosis yang sebelumnya.
Guru pembimbing memberikan nasehat kepada Rizal agar Rizal melakukan beberapa alternatif tindakan seperti:
a. membantu orang tuanya hanya pada saat hari libur, sehingga tidak menganggu sekolahnya.
b. Memberi dorongan,semangat agar Rizal tidak takut,sedih,sakit hati kepada gurunya karena telah di tuduh sebagai anak yang malas bangun pagi, malas sekolah dan lain-lain.Bersikap wajar seperti biasa,murah senyum agar hati gurunya luluh.
c. Membiasakan untuk selalu membantu orang tuanya jika ada waktu senggang sehabis pulang sekolah misalnya, atau apabila orang tuanya berdagang hingga malam, usahakan ia tidur siang sehingga esok pagi bisa bangun lebih cepat dan tidak terlambat ke sekolah..