Friday, January 13, 2017

PTK MATEMATIKA SMP KELAS 8

PTK MATEMATIKA SMP KELAS 8


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
   

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami  DISINI


PTK MATEMATIKA SMP KELAS 8 DOC-Jika anda tertarik dengan Contoh PTK Penelitian tindakan Kelas Matematika SMP, silahkan menghubungi kami. Kami siap memberikan anda kesempatan untuk melakukan pemilihan judul judul ptk sebelum membeli. Dan kami pun berharap PTK Matematika SMP berformat DOC/dokumen word dapat membatu kenaikan pangkat anda.

Halooo pembaca semua Saat ini kami akan tawarkan kepada bapak ibu guru yang menginginkan referensi PTK Matematika. Penawaran PTK SMP  Kelas 8 ini kami berikan dengan harga yang sangat terjangkau. Kondisi laporan PTK Matematika SMP sudah dalam bentuk ms word DOC dan siap untuk di edit.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas Matapelajaran Matematika SMP yang diberi judul “Penggunaan Alat Peraga Dengan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Luas Permukaan Dan Volum Bangun Ruang Di Kelas Viii.3 Smp Negeri 3 Empang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa Tahun Pelajaran 2015/2016”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK Metamatika Kelas 8 SMP DOC dalam bentuk Ms Word SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK 


Wednesday, January 11, 2017

PTK BK MENGATASI MASALAH HUBUNGAN SOSIAL ANTAR SISWA

PTK BK MENGATASI MASALAH HUBUNGAN SOSIAL ANTAR SISWA


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
  

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami  DISINI


BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
       Dekadensi moral para pelajar di berbagai daerah seperti terjadinya tawuran antar pelajar, kurang menghormati guru di sekolah atau karyawan, sopan santun yang semakin hari semakin menurun dikalangan pelajar, tata krama dalam pergaulan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat bahkan terjadinya pelanggaran tata tertib di sekolah yang dilakukan oleh beberapa pelajar sehingga beberapa sekolah dengan amat terpaksa mengembalikan siswa kepada orang tuanya. Kejadian-kejadian di atas terjadi juga di SMP Negeri 3 Kecamatan Songgom. Melihat fenomena seperti yang telah diuraikan di atas, menurut pandangan peneliti hal ini salah satu faktor penyababnya adalah adanya hubungan sosial antar pelajar di sekolah yang kurang baik. Jika terjadi hubungan yang harmonis antar pelajar guru dan karyawan di sekolah maka peneliti yakin bahwa kejadian-kejadian seperti apa yang telah diuraikan di atas dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan sama sekali. Pada penelitian ini peneliti mengangkat masalah hubungan sosial di kelas IX G SMP Negeri 3 Songgom, semester satu tahun pelajaran 2013-2014.
       Berangkat dari permasalahan ini peneliti mencoba membuat sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) untuk mengatasi masalah hubungan sosial siswa di SMP Negeri 03 Kecamatan Songgom di kelas IX G semester satu tahun pelajaran 2013-2014 dengan menggunakan metode Layanan Bimbingan Kelompok.
2. Identifikasi Masalah
Permasalahan yang timbul di sekolah sangat kompleks dari masalah yang ringan sampai yang berat diantaranya : siswa membolos , tidak berangkat tanpa keterangan, dari rumah berangkat tidak sampai di sekolah, saling ejek antar teman, merokok di sekolah, mengancam salah satu guru, pergaulan antara siswa dan siswi yang melanggar norma agama, perkelahian antar siswa di sekolah, minum-minuman keras, mencuri baik kelas ringan maupun sedang, siswa yang suka menyendiri, minder tidak bisa diterima oleh kelompoknya di kelas.  Itulah beberapa gambaran permasalahan riil yang terjadi di sekolah.
Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan-permasalahan yang ada peneliti mengambil satu bentuk permasalahan yang dianggap sangat riskan dan perlu penanganan segera di sekolah untuk menjadi subjek penelitian yaitu penanganan masalah hubungan sosial siswa di kelas IX G semester satu tahun 2013 dengan layanan Bimbingan Kelompok. Peneliti menentukan permasalahan ini menjadi subyek penelitian karena jika permasalahan ini tidak segara ditangani siswa akan mengalami kegagalan dalam studinya. Bentuk-bentuk kegagalan itu antara lain tidak naik kelas, tidak lulus ujian, drop out dan sebagainya.
3. Rumusan Masalah
     Timbulnya masalah pada siswa secara umum disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut sangat berkaitan erat satu sama lain.
a. Faktor eksternal antara lain :
    - Pencapain target kurikulum yang harus dicapai oleh guru, guru biasanya dalam memberikan materi pelajaran di kelas kurang memperhatikan bagaimana siswa mendapat bimbingan agar dapat berinteraksi dengan baik antar siswa di kelas. Hal ini disebabkan karena guru harus mengejar target penyampaian materi yang telah ditentukan dalam program yang telah dibuat untuk satu tahun atau satu semester.
- Guru dalam memberikan materi pelajaran di kelas kurang memberi motivasi pada siswa untuk dapat bersosialisasi dengan baik sesuai dengan norma-norma agama yang dianutnya dan tata tertib yang berlaku di sekolah.
- Wali kelas biasanya kurang memberikan bimbingan kepada siswa yang menjadi asuhannya karena ada sebagian guru yang kurang memahami tugas-tugas wali kelas, atau bahkan ada beberapa guru yang menganggap bahwa tugas wali kelas hanya menulis rapor siswa ketika akhir semester.
- Guru pembimbing kurang memberikan bimbingan kepada siswa mengenai pentingnya hubungan sosial yang baik dengan alasan tidak ada jam masuk kelas dan hanya menggunakan jam-jam tertentu untuk melakukan bimbingan kepada siswa. Biasanya seorang pembimbing menentukan sekala prioritas kepada siswa- siswa yang bermasalah saja yang perlu mendapat penanganan dengan segera.
- Guru pembimbing biasanya mengangani siswa yang menjadi asuhannya tidak sesuai dengan ketentuan yang seharusnya 150 siswa dibanding satu guru pembimbing karena faktanya di lapangan satu guru pembimbing menangani lebih dari tiga ratus siswa. Contoh di SMP Negeri 03 Songgom sekolah yang berdiri sejak tahun 2003 sampai penelitian ini dibuat jumlah siswanya 800 orang guru pembimbingnya hanya satu orang.
- Pengaruh sifat materialistis yang terjadi di kalangan masyarakat menimbulkan sifat-sifat individualistis pada siswa di sekolah.
b.Faktor Internal
- Siswa merasa minder di sekolah karena dari latar belakang ekonomi orang tua yang kurang menguntungkan.
- Karena merasa ada keterbatasan fisik (merasa kurang cantik, ganteng, cacat fisik dan sebagainya)
- Merasa kurang pintar dibanding siswa lain di kelasnya.
- Siwa yang kurang motivasi belajar, sehingga sekolah hanya sebagai pelarian dari pada di rumah disuruh bekerja membantu orang tua.
          Jika kedua faktor yang menyebabkan masalah baik faktor internal maupun eksternal tidak segera mendapat penanganan serius maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan dampak seperti :  kenakalan yang semakin meningkat pada siswa yang ditandai dengan semakin banyak siswa tawuran, bolos, terbentuknya kelompok-kelompok siswa yang kurang baik seperti geng dan kelompok-kelompok lain untuk menunjukan eksistensi kelompoknya yang kurang produktif dan bermanfaat dalam peningkatan prestasi belajar di sekolah. Ada beberapa jenis layanan dalam ilmu bimbingan dan konseling antara lain: siswa yang mengalami masalah dalam berhubungan sosial di kelas ditangani  melalui layanan orientasi, informasi, penguasaan konten, penempatan dan penyaluran, konseling kelompok, bimbingan kelompok, konsultasi dan mediasi tergantung karakter siswa yang sedang bermasalah. Dari beberapa jenis layanan peneliti mengambil bentuk layanan yang paling mudah dan dapat dilaksanakan  sesuai dengan situasi dan kondisi di SMP Negeri 03 Kecamatan Songgom yaitu layanan Bimbingan Kelompok. Jenis layanan ini dianggap oleh peneliti dapat mengatasi masalah hubungan sosial siswa yang kurang baik, karena mengingat di sekolah tersebut masalah ini sangat beragam dan menimbulkan dampak yang sangat luas. Dalam semester satu tahun pelajaran 2013-2014 tercatat dua puluh dua siswa yang keluar dari sekolah karena disebabkan oleh beberapa hal antara lain : situasi sekolah yang kurang menunjang khususnya pola-pola pergaulan yang kurang baik.  Dalam pandangan masyarakat umum biasanya siswa yang keluar dari sekolah disebabkan oleh faktor ekonomi orang tua, namun pada kenyataannya yang terjadi di SMP Negeri 03 Kecamatan Songgom siswa yang keluar sebagian besar karena dampak dari gagalnya pergaulan yang kurang baik. Salah pergaulan di lingkungan tempat tinggalnya maupun pergaulan di sekolah. Kenyataan ini dapat dilihat dalam catatan buku harian dan buku kasus yang ada pada guru pembimbing.
 Dari beberapa surat pernyataan keluar yang ditandatangani oleh orang tua atau wali murid alasan siswa keluar karena malas, hanya tiga orang siswa keluar karena alasan pindah sekolah, sebanyak dua puluh dua orang siswa. Malas belajar disebabkan siswa salah dalam pergaulan, baik pergaulan di rumah maupun di sekolah. Langkah-langkah yang harus segera diambil untuk menangani siswa yang bermasalah dalam pergaulan antara lain :
a. Segara melakukan bimbingan kelompok terhadap siswa-siswa yang mengalami gejala-gejala kesulitan dalam melakukan hubungan sosial di sekolah. Hal ini ditandai dengan gejala siswa sering tidak masuk baik izin maupun tanpa  izin, sering melamun, sering tidak mengerjakan tugas dari guru, berlaku aneh di kelas atau melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah meskipun  berupa pelanggaran ringan.
b. Menempatkan petugas bimbingan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya yaitu minimal berlatar belakang pendidikan S1 dari jurusan bimbingan dan konseling, jika penempatan petugas bimbingan tidak sesuai maka penanganan siswa yang bermasalah tidak akan optimal atau bahan terjadi malapraktek dalam penanganan siswa bermasalah seperti siswa bermasalah ditempeleng, dihukum, disuruh membersihkan WC dan sebagainya. Atau bisa diibaratkan seorang insinyur bangunan diminta mengobati pasien yang sakit.
c. Penempatan ruang bimbingan yang sesuai dan memenuhi standar minimal ruang praktik pelayanan bimbingan dan konseling (ada ruang tamu, ruang konsultasi dan sarana prasarana yang lain yang dibutuhkan dalam proses bimbingan dan konseling).
d. Memberikan kesempatan seluas luasnya kepada petugas bimbingan untuk meningkatkan kemampuannya melalui Musyawarah Guru Pembimbing (MGBK),  seminar, melanjutkan studi dan mengadakan berbagai penelitian.
e. Monitoring yang terus menerus dari kepala sekolah dan pengawas khusus bimbingan dan konseling.
 
4. Tujuan Penelitian
                 Seperti penelitian pada umumnya penelitian ini mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan secara umum penelitian ini adalah :  meningkatkan kualitas hubungan yang semakin baik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan karyawan dan masyarakat sekitar. Dengan hubungan yang baik akan meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi para siswa yang pada akhirnya siswa akan meningkat prestasi belajarnya karena terhindar dari permasalahan terutama masalah hubungan sosial yang kurang baik di sekolah. Sedangkan tujuan Khusus dari penelitian ini adalah : Dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok yang diterapkan di kelas IX G SMP Negeri 03 Kecamatan Songgom siswa yang mengalami masalah hubungan sosial akan terentaskan masalahnya.
5. Manfaat Penelitian
                   Penelitian yang dilaksanakan dengan mengambil judul “Mengatasi Masalah Hubungan Sosial Siswa Kelas IX G melalui layanan Bimbingan Kelompok “DI SMP Negeri 03 Kecamatan Songgom semester satu tahun ajatan 2013 – 2014 memiliki beberapa manfaat yaitu :
1). Manfaat bagi siswa yaitu : siswa yang mengalami masalah hubungan sosial di kelas dapat terentaskan masalahnya setelah mendapat layanan bimbingan kelompok dan dapat bersosialisasi dengan baik di sekilah. Siwa mampu menyesuaikan diri di kelas dan dapat mengatasi masalah yang timbul dikemudian hari secara mandiri.
2). Manfaat bagi guru yaitu : guru merasa nyaman ketika memberikan materi pelajaran di kelas karena hubungan sosial antar siswa sudah semakin baik, begitu juga siswa merasa nyaman dan dapat konsentrasi menerima pelajaran yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan prestasi belajar bagi siswa.
3). Manfaat bagi sekolah  yaitu: Sekolah dapat menggunakan metode layanan bimbingan kelompok yang telah dilaksanakan oleh peneliti untuk menangani siswa yang mengalami masalah hubungan sosial di kelas lain berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan oleh peneliti.
4). Manfaat bagi masyarakat yaitu : Masyarakat merasa puas karena sudah dapat menikmati hasil lulusan yang berkualitas dan dapat bersaing untuk memasuki sekolah-sekolah yang diinginkan di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) baik umum seperti SMA dan MA atau Sekolak Menengah Kejuruan (SMK).

CONTOH JUDUL PTBK

CONTOH JUDUL PTBK
                            
                       JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
  

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami  DISINI



Semoga contoh judul PTK-BK ini bisa bermanfaat untuk kita semua, terlebih untuk meningkatkan kinerja kita sebagai konselor. Silahkan untuk dipakai referensi dalam PTK-BK Bapak dan Ibu guru BK ataupun mahasiswa yang mempersiapkan tugas akhirnya.

1.    UPAYA MENINGKATKAN MINAT TERHADAP LAYANAN INFORMASI BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS 7

2.    UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA TERHADAP LAYANAN INFORMASI BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI METODE ‘DONGENG” PADA SISWA KELAS 8

3.    UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA TERHADAP LAYANAN INFORMASSI BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN” “PAIKEM” PADA SISWA KELAS 9

4.    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI LISAN MELALUI METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAY) PADA SISWA KELAS 10 SMA..

5.    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI LISAN MELALUI METODE SOSIO DRAMA PADA SISWA KELAS 11 SMA…

CONTOH JUDUL PTK-BK
Sumber google
6.    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI LISAN MELALUI METODE MODELING PADA SISWA KELAS 12 SMA….

7.    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI LISAN MELALUI METODE BRAINSTORMING PADA SISWA KELAS 7 SMP….

8.    UPAYA MENINGKATKAN KETERTIBAN SISWA DALAM MENGERJAKAN TUGAS DARI GURU MELALUI LAYANAN INFORMASI DENGAN MEDIA SMSPADA SISWA KELAS 8 SMP….
9.    UPAYA MENINGKATKAN KETERTIBAN SISWA MELALUI METODE MONITORING TERSTRUKTUR PADA SISWA KELAS 9 SMP ……

10.    UPAYA MENINGKATKAN KETERTIBAN KEHADIRAN SISWA DENGAN MEMANFAATKAN BUKU PENGHUBUNG PADA SISWA KELAS….

11.    UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS 10 SMA….

12.    UPAYA MENINGKATKAN PERAN SISWA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI METODE “TPA”  (TEORI, PRAKTIK, APLIKASI) PADA SISWA KELAS 11 SMA….

13.    UPAYA MENINGKATKAN PERAN SISWA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES PADA SISWA KELAS 7 SMP…..

14.    UPAYA MENINGKATKAN PERAN SERTA  DALAM PENCEGAHAN BAHAYA NARKOBA MELALUI PROGRAM DRUGS EDUCATION PADA SISWA KELAS 8 SMP…..

15.    PENGGUNAAN METODE PLAY THERAPY DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MEMBANTU MENGENTASKAN MASALAH PADA SISWA KELAS….

16.    PENGGUNAAN GAME EDUKASI DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MEMBANTU MENCIPTAKAN DINAMIKA KELOMPOK PADA SISWA KELAS

17.    PENGGUNAAN MEDIA FILM DALAM LAYANAN INFORMASI BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS…..

18.    UPAYA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORAL PADA SISWA KELAS…

19.    UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS

20.    PENGGUNAAN TEKNIK KURSI KOSONG UNTUK MENGATASI MASALAH  KOMUNIKASI VERBAL PADA SISWA KELAS……

21.    PENGGUNAAN  MEDIA INTERNET UNTUK MENINGKATKAN MINAT TERHADAP LAYANAN INFORMASI BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SISWA KELAS….


Contoh Proposal PTK

Contoh Proposal PTK 

JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
  

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami  DISIN


idak jarang lagi bagi sebagian orang. Proposal PTK tidak jauh berbeda dengan proposal lainnya. Secara umum proposal PTK mempunyai tiga bagian utama, yakni bagian awal, bagian inti dan bagian akhir. Pada bagian awal terdapat halaman sampul, halaman pengesahan, daftar isi; sedangkan pada bagian inti dari proposal PTK terditi dari latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori atau tinjauan pustaka dan metode penelitian; untuk bagian akhir terdapat daftar pustaka dan lampiran. Dapat dikatakan bahwa proposal PTK pada skripsi adalah suatu bentuk rancangan, desain penelitian atau usulan penelitian yang akan dilakukan dan disusun oleh seorang mahasiswa tentang suatu bahan penelitian untuk pembuatan skripsi.
Proposal PTK tidak hanya digunakan untuk pendidikan tetapi juga dapat digunakan dalam pemecahan masalah sosial. PTK mempunyai banyak pengertian antara lain menurut Rochman Natawijaya (1977): PTK adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual, yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi, atau memperbaiki sesuatu. Tim PGSM (1999): PTK sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran tersebut dilakukan.
Proposal PTK dalam dunia pendidikan, sangatlah bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memecahkan permasalahan yang ada di kelasnya, dapat meningkatkan mutu pembelajaran siswa dan dapat meningkatkan kualitas dalam penggunaan media serta dapat pula bermanfaat untuk meningkatkan kualitas prosedur dan evaluasi yang dipergunakan untuk mengukur proses hasil belajar. Dalam PTK, seorang guru mendapatkan peran ganda yakni sebagai praktisi sekaligus sebagai peneliti. Metode penelitian tindakan kelas ini mempunyai siklus yang berulang-ulang yaitu perencanaan – pelaksanaan – pengamatan – refleksi – perencanaan – pelaksanaan – pengamatan – refleksi dan seterusnya, siklus ini akan berakhir ketika peneliti sudah merasa puas terhadap hasil yang telah dicapai, sehingga peneliti tersebut akan menganalisa masalah lainnya.
Berikut adalah sebagian contoh judul-judul PTK (Penelitian Tindakan Kelas).
  1. Upaya Peningkatan Haisl Belajar Matematika Melalui Teknik Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah Bagi Siswa Sekolah Dasar.
  2. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Quantum Teaching Bagi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar.
  3. Efektivitas Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar.
  4. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Keterampilan Membaca Bahasa Indonesia Melalui Teknik Permainan Di Kelas VI Sekolah Dasar.
  5. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Media Gambar.
  6. Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Melalui Penerapan Hukuman.
  7. Upaya Meningkatkan Minat Dan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Metode Ceramah Bervariasi.
  8. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Dengan Mengefektifkan Penggunaan Media Gambar Seri.
  9. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran PPKn Melalui Model Pembelajaran Berbasis Portofolio.
  10. Upaya Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Melalui Pengintegrasian Permainan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Proposal PTK memiliki banyak manfaat baik kepada siswa maupun guru. Diharapkan dengan Proposal PTK ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar di kelas.

Tuesday, January 10, 2017

PTK BK SMP BIMBINGAN KONSELING KELAS IX

PTK BK SMP BIMBINGAN KONSELING KELAS IX


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
 

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami  DISINI


Apapun alasan para siswa yang datang terlambat, menunjukkan tingkat kedisiplinan yang rendah. Hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja sehingga pada akhirnya akan menjadi budaya yang tidak baik pada lembaga pendidikan yang bersangkutan. Bimbingan Konseling SMP Untuk itu perlu adanya tindakan kelas agar kedisiplinan anak untuk mengikuti pelajaran terutama pada jam pelajaran pertama di sekolah dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan suatu aturan yang tegas yang disertai dengan sanksi yang dapat membuat siswa menjadi disiplin yang nantinya akan berguna bagi ketertiban sekolah dan bagi diri siswa sendiri.

Adapun kebijakan yang diambil adalah dengan mengadakan suatu tindakan disiplin untuk memperbaiki sistem atau aturan pada saat jam pelajaran dimulai. Kebijakan ini dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan semua pihak yang terkait yaitu siswa, guru pelajaran jam pertama, guru piket, wali kelas, guru BP/BK, dan kesiswaan.


B. Identifikasi Masalah PTK BK


Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dibuat identifiksi masalah sebagai berikut:
1. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan siswa sering terlambat pada saat jam pertama pelajaran di sekolah ?
2. Apa akibat yang ditimbulkan dengan adanya keterlambatan siswa pada saat jam pertama pelajaran ?
3. Upaya tindakan kelas apa saja yang dilakukan terhadap permasalahan sering adanya siswa yang terlambat pada saat jam pelajaran pertama?
4. Bagaimana hasil yang dicapai atas upaya tindakan kelas yang dilakukan terhadap permasalahan sering adanya siswa yang terlambat pada saat jam pelajaran pertama?

CONTOH PTK BK SMP BAB I

CONTOH PTK BK SMP BAB I


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
 

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami  DISINI


A. Latar Belakang Masalah

Anak usia sekolah atau siswa mempunyai peran yang penting dalam pembangunan bangsa dan negara, karena mereka merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat membangun dan menghasilkan karya-karya yang berguna bagi negara. Contoh PTK BK Di tangan siswa inilah bagaimana perkembangan suatu negara ditentukan. Anak-anak yang terdidik, berdisiplin, dan berkualitas secara intelektual, mental dan spiritual akan mampu berkompeten dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kelangsungan dan martabat bangsa dapat terjamin.

Kedisiplinan pada anak usia sekolah sangat penting diperhatikan, adanya peraturan-peraturan yang jelas dan terarah sangat mempengaruhi anak pada masa dewasanya nanti. Kedisiplinan pada anak harus dilakukan, salah satunya adalah kedisiplinan harus masuk akal dan adanya konsekuensi jika kedisiplinan dilanggar. PTK BP SMP

Dalam hal kedisiplinan pada anak usia sekolah, orang tua atau guru harus bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakannya. Penerapan peraturan yang konsisten dan hukuman ringan jauh lebih bermanfaat bagi anak daripada peraturan yang tidak konsisten dan hukuman yang berat. Konsisten atau disebut disiplin merupakan cara orang tua atau guru untuk menunjukkan kepada anak bahwa orang tua sebenarnya memperhatikan perilakunya, maka orang tua tersebut akan lebih terdorong untuk bersikap sesuai dengan harapan. 

Kenyataan yang bisa dilihat pada lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya dan di Kelas 7 SMP, masih ditemukan tindakan yang tidak atau kurang disiplin para siswanya terutama dari ketepatan siswa masuk pada saat jam pertama pelajaran yaitu jam 07.00 WIB. Banyak siswa yang terlambat mengakibatkan kurang lancarnya proses kegiatan belajar mengajar pada saat jam pertama tersebut.

Keterlambatan tersebut bukan berarti tanpa sebab, berbagai macam alasan diungkapkan para siswa yang sering terlambat, diantaranya adalah siswa berasal dari daerah pedesaan hutan jati yang jalannya tanah liat  atau naik sepeda menuju ke halaman sekolah.

Contoh penelitian tindakan kelas Faktor ekonomi yang lemah merupakan salah satu sebab yang membuat anak kurang begitu memperhatikan kedisiplinan dalam mengatur waktu terutama untuk masuk sekolah sesuai jam yang telah ditentukan. Sebagai contoh adalah adanya siswa yang karena terlalu lelah membantu orang tua bekerja mencari nafkah di malam hari, sehingga ia bangunnya kesiangan dan terlambat untuk mengikuti pelajaran jam pertama.

Masalah transportasi dan jalan setapak yang becek yang sulit pada musim penghujan juga merupakan salah satu alasan terlambatnya siswa untuk mengikuti pelajaran jam pertama. Siswa-siswa SMP Negeri  banyak yang berasal dari pedesan dan kawasan hutan yang jalannya sulit ditempuh dengan sepeda maupun sepeda motor terutama kalau musim hujan harus dengan berjalan kaki untuk sampai di halaman sekolah. Bagi siswa yang berasal dari Alas Malang, Tanggel, Jeruk Sewu harus berangkat lebih awal karena jalannya sulit ditempuh, lebih-lebih kalau musim penghujan dan tidak ada transportasi umum.  Contoh judul PTK BK. Alasan-alasan seperti inilah yang sering dikemukakan anak ketika datang terlambat pada saat jam pelajaran pertama sudah dimulai.

Abstrak PTK BK/BP

Abstrak PTK BK/BP


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
 

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami  DISINI

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diadakannya upaya peningkatan disiplin bagi siswa kelas 7 SMP yang datang terlambat saat pelajaran jam pertama melalui hukuman berjenjang pada kelas VII C SMP ..................

Penelitian ini mengambil lokasi di SMP Negeri........................ Penelitian tindakan kelas ini mulai dilakukan selama tiga bulan yaitu dimulai pada bulan ................. pada hari efektif kegiatan belajar mengajar. Subyek dalam PTK BK ini adalah siswa SMP  pada kelas VII C. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara Analisis Data dengan menggunakan analisis diskripsi kualitatif. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri pra tindakan dan  2 (dua) siklus.

Hasil penelitian: Pada pra siklus pada bulan Juli 5 siswa yang terlambat dan hanya 7 yang tidak terlambat. Siklus I pada bulan Agustus  12 keterlambatan siswa dan 20 yang tidak terlambat. Siklus II pada bulan Septemberterdapat 4 siswa yang terlambat dan 28 siswa tidak terlambat. Hal ini menunjukkan keberhasilan tindakan kelas yang dilakukan atas permasalahan keterlambatan siswa pada saat jam pertama pelajaran. Sehingga hipotesis yang mengatakan “Diduga dengan diadakannya upaya tindakan pendisiplinan dengan hukuman berjenjang bagi siswa yang datang terlambat pada pelajaran jam pertama kelas VII C SMP Negeri ..... dapat meningkatkan ketepatan waktu masuk pada pelajaran jam pertama” terbukti kebenarannya.