Monday, January 9, 2017

Proposal PTK Paud

Proposal PTK Paud

JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK


HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami  DISINI


A.    Latar Belakang Masalah
1.    Kemampuan berbahasa Indonesia pada anak Kelompok B masih kurang. Hal ini terbukti bahasa yang dipergunakan oleh mereka campur aduk antara bahasa daerah dengan bahasa Indonesia. Sedangkan kegiatan belajar mengajar di TK Islam, bahasa pengantar yang digunakan  adalah bahasa Indonesia.
2.    Dalam pembelajaran, peran guru terlalu dominan sehingga pembelajaran kurang bermakna, pengetahuan yang didapat anak tidak dapat bertahan lama dari ingatannya

B.    Rumusan Masalah
1.    Bagaimana pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak di Kelompok B TK Islam Pasuruan?
2.    Apakah pemanfaatan media gambar dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak di Kelompok B TK TK Islam Pasuruan?

C.    Rumusan Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka rumusan tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan :
1.    Penerapan pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak di Kelompok B TK Islam Pasuruan.
2.    Peningkatan kemampuan bahasa anak kelompok B di TK Islam Pasuruan setelah memanfaatkan media gambar.

D.    Rumusan  Hipotesis Tindakan
Rumusan Hipotesis Tindakan dalam penelitian ini adalah:
Melalui pemanfaat media gambar, maka dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok B di TK Islam Pasuruan

E.    Manfaat Penelitian
Secara teoritis, hasil  penelitian tentang pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak di Kelompok B TK Islam Pasuruan ini akan memberikan sumbangan pada khasanah ilmu pengetahuan tentang pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Secara praktis dalam proses pelaksanaan PTK berlangsung akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelompok B di TK Islam Pasuruan, sedangkan bagi anak kelompok B diperkirakan akan mendapat hasil yaitu kemampuan kognitif anak akan meningkat.


F.    Kajian Pustaka
1.    Media Pembelajaran
a.    Pengertian pembelajaran
Menurut Hamalik (2001:57) pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.
b.    Pengertian Media dan Media Pembelajaran
Sadiman (1986: 7) mendefinisikan media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa, sehingga proses belajar mengeajar terjadi.
Media adalah semua benda yang digunakan kegiatan belajar mengajar agar dapat berangsung dengan lancar, teratur, efektif dan efesien sehingga tujuan pendidikan TK dapat tercapai. (Depdikbud : 1998 : 4)
c.    Tujuan dan fungsi pendidikan anak usia dini
Pendidikan pada anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan dimana anak dapat mengeksplorasi pengalaman yang memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahuai dan memahami pengalaman belajar yang diperolehnya dari lingkungan, melalui cara mengamati, meniru dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.                                            

d.    Peran pendidik dalam pendidikan anak usia dini
Peran guru anak usia dini lebih sebagai mentor atau fasilitator, dan bukan penstranfer ilmu pengetahuan sementara, karena ilmu tidak dapat ditransfer dari guru kepada anak tanpa keaktifan anak itu sendiri dalam proses pembelajaran, tekanan harus diletakkan pada pemikiran guru.

2.    Perkembangan Bahasa Anak
Sesuai dengan garis-garis besar program kegiatan belajar Taman Kanak Kanak (GBPKB-TK) perkembangan kemampuan berbahasa TK bertujuan agar anak didik mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya.
Mardiningsih (2004:15) menyatakan bahasa adalah suatu alat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan dan kemauan yang murni manusiawi yang tidak intuitif dengan pertolongan system lambang-lambang yang diciptakan dengan sengaja
Menurut Sri Hastuti (1996) bahwa proses pemerolehan bahasa anak berlangsung tiga tahap yaitu (a) Tahap penilaian, (b) Tahap memahami makna dan (c) Tahap menggunakan kata dalam komunikasi

G.    Metode Penelitian
1.    Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah proses investigasi terkendali untuk merumuskan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Proses pemecahan masalah tersebut dilakukan secara bersiklus, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil pembelajaran di kelas tertentu. (Arikunto, 2008).
Model siklus yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang dikembangkan Arikunto (2008:3) yang terdiri dari: 1) perencanaan (planning), 2) tindakan (acting), 3) pengamatan (observing), 4) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus.
2.    Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kelompok B TK Islam  Pasuruan dengan jumlah siswa 16 anak, 7 anak perempuan dan 9anak laki-laki.
3.    Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan tes. Observasi dilakukan untuk melihat dan mengamati aktifitas anak dalam kegiatan pembelajaran dan juga untuk mengamati kemampuan siswa.
Dokumentasi dalam penelitian ini adalah seluruh bahan rekaman selama penelitian berlangsung. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang kegiatan pembelajaran melalui foto.
Tes pada penelitian ini berupa tes lisan, sehingga peneliti dan observer melakukan tanya jawab ketika kegiatan sedang berlangsung maupun ketika kegiatan sudah selesai.
4.    Instrumen Penelitian
instrumen yang digunakan berupa Lembar Observasi Siswa dan Format Penilaian. Lembar Observasi digunakan peneliti untuk mengetahui sikap dan tingkah laku anak ketika kegiatan berlangsung dan perubahan yang timbul. Format penilaian digunakan peneliti untuk mengetahui perkembangan kemampuan bahasa anak setelah belajar melalui pemanfaatan media pembelajaran
5.    Analisis Data
Proses analisis data dimulai dengan menelaah data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari: pengamatan yang sudah ditulis, dokumen foto, dan format penilaian. Data-data tersebut dipelajari dan ditelaah.
Data yang diperoleh melalui observasi dan dokumentasi kemudian ditulis ulang, dipaparkan semuanya, kemudian dipilah-pilah sesuai fokus penelitian. Setelah melalui proses analisis maka akan diperoleh data yang valid, kemudian data tersebut disimpulkan dan dimaknai. Adapun rumus untuk menentukan persentase kemampuan kognitif anak adalah:

X =  Jumlah skor yang diperoleh anak  x 100%
               Jumlah skor maksimal
6.    Standar Nilai Keberhasilan
Simbol Penilaian yang dipakai :
«     :    Anak belum mencapai indikator
««    :    Anak mencapai indikator dengan bantuan guru
«««    :    Anak sudah mampu mencapai indikator tetapi hasilnya belum 
        maksimal
««««      :     Anak sudah mampu mencapai indikator dengan hasil 
        maksimal


H.    Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsini. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Kurikulum TK dan RA. Jakarta: Direktorat Pendidikan TK dan SD.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Media Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Tenaga Kependidikan.
Departemen Pendidikan Nasional. 2006.Pedoman Pembelajaran TK. Jakarta: Direktorat Pendidikan TK dan SD.
Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Berbahasa di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Direktorat Pendidikan TK dan SD.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Media Pembelajaran. Bandung: Direktorat Jendreal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan.
Depdikbud. 1996. Pengembangan Kemampuan Berbahasa di Taman Kanak-kanak. Jakarta.
Depdiknas. 2005. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.
Depdiknas. 2007. Pengembangan Kemampuan Berbahasa di Taman Kanak-kanak. Jakarta:Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah
Hamalik, Oemar (1986). Media Pendidikan. Bandung : Alumni.
Moenir, Mardiah.1993. Teori Pendidikan Taman Kanak-kanak. Malang.
Sihkabudin. 1995. Model Media Pendidikan. Malang: FIP IKIP Malang
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

PROPOSAL PTK PAUD
PENGEMBANGAN KOGNITIF
Nama Peneliti         :     Jauhar Indah Wahyuni, S.Pd
Unit Kerja              :     TK Islam Pasuruan

Judul Penelitian     :    Penerapan  Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan 
        Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B di TK 
        Islam Pasuruan

A.    Latar Belakang Masalah
1.    Pembelajaran masih berpusat pada guru, anak kurang diberi kesempatan untuk membangun sendiri pengetahuannya tentang sesuatu hal.
2.    Guru lebih banyak ceramah, sehingga pembelajaran kurang bermakna, pengetahuan yang didapat anak tidak dapat bertahan lama dari ingatannya.

B.    Rumusan Masalah
1.    Bagaimana penerapan metode eksperimen melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Islam Pasuruan?
2.    Apakah terdapat peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Islam Pasuruan, setelah dibelajarkan dengan menggunakan metode eksperimen melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman?

C.    Rumusan Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka rumusan tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan :
1.    Penerapan metode eksperimen melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Islam Pasuruan.
2.    Peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Islam Pasuruan setelah dibelajarkan dengan metode eksperiman melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman.

D.    Rumusan  Hipotesis Tindakan
Rumusan Hipotesis Tindakan dalam penelitian ini adalah:
Jika diterapkan metode eksperiman melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman, maka dapat meningkatkan kemampuan kogintif anak kelompok B di TK Islam Pasuruan

E.    Manfaat Penelitian
Secara teoritis, hasil  penelitian tentang penerapan metode eksperimen melalui kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Islam Pasuruan ini akan memberikan sumbangan pada khasanah ilmu pengetahuan tentang pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Secara praktis dalam proses pelaksanaan PTK berlangsung akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelompok B di TK Islam Pasuruan, sedangkan bagi anak kelompok B diperkirakan akan mendapat hasil yaitu kemampuan kognitif anak akan meningkat.


F.    Kajian Pustaka
1.    Anak Usia Dini
a.    Pengertian anak usia dini
Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa anak usia dini adalah anak yang sejak lahir sampai 6 tahun (Depdiknas, 2003).
b.    Karakteristik anak usia dini
Karakteristik anak usia dini yang khas tersebut seperti dikemukakan oleh Richard D. Kellough (dalam Hartati, 2005) adalah sebagai berikut : (1)anak itu bersifat egosentris; (2) Anak memiliki rasa ingin tahu yang besar; (3) Anak adalah makluk sosial; (4) Anak bersifat unik; (5) Anak umumnya kaya dengan fantasi; (6) Anak memiliki daya kosentrasi yang pendek; (7) Anak merupakan masa belajar yang paling pontesial.
c.    Tujuan dan fungsi pendidikan anak usia dini
Pendidikan pada anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan dimana anak dapat mengeksplorasi pengalaman yang memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahuai dan memahami pengalaman belajar yang diperolehnya dari lingkungan, melalui cara mengamati, meniru dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.                                             
d.    Peran pendidik dalam pendidikan anak usia dini
Peran guru anak usia dini lebih sebagai mentor atau fasilitator, dan bukan penstranfer ilmu pengetahuan sementara, karena ilmu tidak dapat ditransfer dari guru kepada anak tanpa keaktifan anak itu sendiri dalam proses pembelajaran, tekanan harus diletakkan pada pemikiran guru.
2.    Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini
a.    Pengertian kognitif
Istilah kognitif sering kali dikenal dengan istilah intelek. Intelek berasal dari bahasa inggris “intellect” yang menurut Chaplin (dalam Asrori, 2007: 36) diartikan sebagai berikut “Proses kognitif, proses berpikir, daya menghubungkan kemampuan menilai dan kemampuan mempertimbangkan juga kemampuan mental atau intelegensi”
b.    Ciri-ciri kognitif anak usia dini
Menuru Piaget dalam Moeslichatoen (1996 : 65) bahwa setiap individu akan mengalami empat periode perkembangan berpikir yang berlangsung mulai dari lahir sampai remaja. Masing-masing periode selalu dialami anak secara berurutan. Pertama, individu akan mengalami periode sensorimotor ± sampai umur 2,0 tahun. Kemudian periode  pra operasional ± sampai umur 7,0 tahun, dilanjutkan pada periode operasional konkrit ± sampai umur 11,0 tahun dan terakhir periode operasional formal ± sampai umur 15 tahun.
c.    Pengembangan kognitif anak usia dini
Montessori (dalam Sujiono, 2009 : 202) mengatakan bahwa masa ini merupakan periode sensitif selama masa inilah anak secara khusus muda menerima situasi-situasi dari lingkunganya.
d.    Tujuan pengembangan kognitif anak usia dini
Masa peka adalah sesuatu masa yang menuntut perkembangan anak dikembangkan secara optimal. Peneliti menunjukkan bahwa 80 % perkembangan mental, kecerdasan anak berlangsung pada usia ini. Kenyataan di lapangan bahwa anak yang tinggal kelas, drop out khususnya pada kelas rendah disebabkan anak yang bersangkutan tidak melalui pendidikan di TK (Depdiknas, 2007)

3.    Metode Eksperimen
a.    Pengertian metode eksperimen
Metode eksperimen adalah cara memberikan pengalaman kepada anak dimana anak memberi perlakuan terhadap sesuatu dan mengamati akibatnya       ( Depdiknas, 2005).
b.    Manfaat dan tujuan penggunaan metode eksperimen
Eksperimen yang berhasil bisaanya diawali oleh pembuatan rancangan program eksperimen yang rinci dan hati – hati. Adapun langkah – langkah pemakaian metode eksperimen menurut Gunarti, dkk (2008, 11.21) adalah sebagai berikut : Tahap I : Mempersiapkan eksperimen; Tahap II : Pelaksanaan eksperimen; Tahap III : Mengambil kesimpulan dari hasil eksperimen
c.    Kelebihan dan kelemahan metode eksperimen
Manfaat yang dapat diraih melalui pembelajaran dengan metode eksperimen akan berdampak pada seluruh aspek-aspek perkembangan anak, menurut Gunarti, dkk (208 : 11.7)
d.    Cara pembelajaran kognitif melalui eksperimen
pembelajaran kognitif melalui eksperimen adalah mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika biji ditanam.
e.    Media
Adapun media yang akan digunakan yaitu : Gelas bekas air mineral; Kapas; Air;Biji-bijian (kacang hijau, kacang tanah, kedelai)

G.    Metode Penelitian
1.    Rancangan Penelitian
a.    Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-interaktif dengan menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
b.    Penelitian ini menggunakan model PTK Kolaboratif yaitu peneliti berkolaborasi dengan teman sejawat, yang bertindak sebagai kolaborator.
c.    Konsep pokok penelitian tindakan yang akan dilaksanakan menggunakan Model Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu 1) perencanaan (planning), 2) tindakan (acting), 3) pengamatan (observing), 4) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus.
2.    Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kelompok B TK Islam Pasuruan dengan jumlah siswa 20 anak, 9 anak perempuan dan 11 anak laki-laki.
3.    Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan tes. Observasi dilakukan untuk melihat dan mengamati aktifitas anak dalam kegiatan pembelajaran dan juga untuk mengamati kemampuan siswa.
Dokumentasi dalam penelitian ini adalah seluruh bahan rekaman selama penelitian berlangsung. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang kegiatan pembelajaran melalui foto.
Tes pada penelitian ini berupa tes lisan, sehingga peneliti dan observer melakukan tanya jawab ketika kegiatan sedang berlangsung maupun ketika kegiatan sudah selesai.
4.    Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan berupa Lembar Observasi Siswa dan Format Penilaian. Lembar Observasi digunakan peneliti untuk mengetahui sikap dan tingkah laku anak ketika kegiatan berlangsung dan perubahan yang timbul. Format penilaian digunakan peneliti untuk mengetahui perkembangan kemampuan anak setelah belajar melalui pengamatan pertumbuhan tanaman
5.    Analisis Data
Proses analisis data dimulai dengan menelaah data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari: pengamatan yang sudah ditulis, dokumen foto, dan format penilaian. Data-data tersebut dipelajari dan ditelaah.
Data yang diperoleh melalui observasi dan dokumentasi kemudian ditulis ulang, dipaparkan semuanya, kemudian dipilah-pilah sesuai fokus penelitian. Setelah melalui proses analisis maka akan diperoleh data yang valid, kemudian data tersebut disimpulkan dan dimaknai. Adapun rumus untuk menentukan persentase kemampuan kognitif anak adalah:
X =  Jumlah skor yang diperoleh anak  x 100%
                    Jumlah skor maksimal
6.    Standar Nilai Keberhasilan
a.    Standar Keberhasilan Individu
Bila anak mampu mencapai           
(anak mampu mengelompokkan biji-bijian menurut jenisnya)
b.    Keberhasilan klasikal
Standar nilai klasikal dalam penelitian ini di tetapkan minimal 75%. Artinya, kemampuan kognitif anak dinyatakan meningkat jika rata-rata  ketuntasan dalam kelas mencapai 75%.


H.    Daftar Pustaka
Asrori, Mohammad. 2007. Psikologi Pembelajaran. Bandung : CV Wacana Prima
Depdiknas. 2007. Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Kognitif di Taman Kanak-Kanak. Jakrta : Depdiknas
Depdiknas, 2004. Pedoman Penilaian Di Taman Kanak – Kanak. Jakarta : Depdiknas
Gunarti, W, dkk. 2008. Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Jakarta : Universitas Terbuka
Hartati, Sofia. 2005. Perkembangan Belajar Pada Anak Usia Dini. Jakarta : Depdiknas
Iskandar. 2009. Penerapan PAKEM Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Malang : FIP UM
K. Roestiyah, N. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Rineka Cipta
Kusumah, W & Dwitagama, D. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Indeks
Rachmawati, Y & Kurniati, E. 2010. Strategi Pengembangan Kreatifitas Pada Anak. Jakarta : PT Predana Media Grup

Sunday, January 8, 2017

Cara Membuat Proposal Untuk PTK

Cara Membuat Proposal Untuk PTK

  JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami  DISINI



Proposal adalah suatu perencanaan yang sistematis untuk melaksanakan penelitian termasuk PTK. Di dalam proposal terdapat komponen dan langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan PTK. Selain itu, proposal juga memiliki kegunaan sebagai usulan untuk pengajuan dana kepada instansi atau sumber yang dapat mendanai penelitian. Proposal terdiri dari dua bagaian, bagian pertama merupakan identitas proposal, sedangkan bagian kedua merupakan perencanaan penelitian yang berisi tentang desain penelitian, dan langkah-langkah pelaksanaan. Pembahasan proposal akan dibagi menjadi 3 langkah, yaitu mengenai format proposal, cara membuat proposal, dan cara menilai proposal (Tim Pelatih Proyek PGSM, 1999).
A. Format Proposal
Pada umumnya format proposal penelitian, baik penelitian formal maupun PTK sudah baku. Salah satu format proposal yang ada saat ini adalah yang dikembangkan oleh Tim Pelatih Proyek PGSM sebagai berikut.
Halaman Judul (kulit luar)
Berisi judul PTK, nama peneliti dan lembaga, serta tahun proposal itu dibuat.
Halaman Pengesahan
Berisi identitas peneliti dan penelitian yang akan dilakukan, yang ditandatangani oleh ketua peneliti dan ketua/ kepala lembaga yang mengesahkan. Di perguruan tinggi yang mengesahkan proposal penelitian adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Dekan.
Kerangka Proposal
  1. Judul Penelitian
  2. Bidang Ilmu
  3. Kategori Penelitian
  4. Data Peneliti:
  • Nama lengkap dan gelar
  • Golongan/ pangkat/ NIP
  • Jabatan fungsional
  • Jurusan
  • Institusi
  1. Susunan Tim Peneliti
  • Jumlah
  • Anggota
  1. Lokasi Penelitian
  2. Biaya Penelitian
  3. Sumber Dana

B. Perencanaan PTK
Berdasarkan format proposal tersebut di atas, tugas peneliti selanjutnya adalah mengembangkan rancangan (desain) PTK. Rancangan tersebut adalah:
  • Judul
Judul PTK dinyatakan dengan jelas dan mencerminkan tujuan, yaitu mengandung maksud, kegiatan atau tindakan, dan penyelesaian masalah.
  • Latar Belakang
Berisi informasi tentang pentingnya penelitian dilakukan, mengapa Anda tertarik dengan masalah ini? Apakah masalah tersebut merupakan masalah riil yang Anda hadapi sehari-hari? Apakah ada manfaatnya apabila diteliti dengan PTK? Untuk ini perlu didukung oleh kajian literatur atau hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan baik oleh Anda sendiri maupun orang lain.
  • Permasalahan
Masalah dalam PTK harus diangkat dari pengalaman sehari-hari. Anda perlu mengkaji masalah tersebut, melakukan analisis, dan jika perlu menanyakan kepada para siswa Anda tentang masalah tersebut. Setelah Anda yakin dengan masalah tersebut, rumuskan kedalam bentuk kalimat yang jelas. Biasanya rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
  • Cara Penyelesaian Masalah
Penyelesaian masalah dilakukan setelah Anda melakukan analisis dan pengkajian terhadap masalah yang akan diteliti, sehingga ditemukan cara pemecahannya. Untuk menemukan cara pemecahan terhadap suatu masalah, Anda dapat melakukannya dengan mengacu pada pengalaman Anda selama ini, pengalaman teman Anda, mencari dalam buku literatur dan hasil penelitian, atau dengan berkonsultasi dan berdiskusi dengan teman sejawat atau para pakar. Cara penyelesaian masalah yang Anda tentukan atau pilih harus benar-benar “applicable”, yaitu benar-benar dapat dan mungkin Anda laksanakan dalam proses pembelajaran.
  • Tujuan dan Manfaat PTK
Berdasarkan masalah dan cara penyelesaiannya, Anda dapat merumuskan tujuan PTK. Rumuskan tujuan ini secara jelas dan terarah, sesuai dengan latar belakang masalah dan mengacu pada masalah dan cara penyeesaian masalah. Sebutkan pula manfaat dari PTK ini, yaitu nilai tambah atau dampak langsung atau pengiring terhadap kemampuan siswa Anda.
  • Kerangka Teoritis dan Hipotesis
pengetahuan teoritis Anda berkaitan dengan masalahpenelitian yang akan diteliti. Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari buku-buku dan hasil penelitian yang berkaitan dengan masalah tersebut. Kajian teoritis ini sangat berguna untuk memperkaya Anda dengan variabel yang berkaitan dengan masalah tersebut. Selain itu, Anda juga dapat memperoleh masukan yang dapat membantu Anda dalam melaksanakan PTK, terutama dalam merumuskan hipotesis.
  • Rencana Penelitian
Mencakup penataan penelitian, faktor-faktor yang diselidiki, rencana kegiatan (persiapan, implementasi, observasi dan interpretasi, analisis, dan refleksi), data dan cara pengumpulan data, dan teknik analisis data penelitian.
  • Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian berisi bentuk aktivitas terkait dengan penelitian dan rancangan waktu kapan dilaksanakan dan dalam jangka berapa lama. Untuk membuat jadwal penelitian Anda harus menginventaris jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan dimulai dari awal perencanaan, penyusunan proposal sampai dengan selesainya penulisan laporan. Jadwal PTK umumnya disusun dalam bentuk bar chart.
  • Rencana Anggaran
Cantumkan anggaran yang akan digunakan dalam PTK Anda, terutama jika PTK ini dibiayai oleh sumber dana tertentu. Rencana biaya meliputi kegaitan sebagai berikut: persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Pada tiap-tiap tahapan diuraikan jenis-jenis pengeluaran yang dilakukan serta berapa banyak alokasi dana yang disediakan untuk tiap-tiap kegiatan.


PENELITIAN TINDAKAN DI KELAS

PENELITIAN TINDAKAN DI KELAS

  JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami  DISINI


A.    PENDAHULUAN
Suatu pembelajaran dikatakan berhasil apabila timbul perubahan tingkah laku positif pada peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Konteks ini pada dasarnya bergantung pada guru sebagai elemen penting dalam kegiatan pembelajaran.
Memang saat ini sudah menjadi tidak lazim apabila seseorang guru menjadi dominator kegiatan pembelajaran di kelas, namun hal ini bukan berarti guru lepas tanggung jawab terhadap keberhasilan siswanya dalam belajar. Untuk mewujudkan tanggung jawab tersebut guru harus selalu proaktif dan responsive terhadap semua fenomena-fenomena yang dijumpai di kelas.
Sejalan dengan pernyataan di atas, saat ini upaya perbaikan pendidikan dilakukan dengan pendekatan konstruktivis. Oleh karena itu guru tidak hanya sebagai penerima pembaharuan pendidikan, namun ikut bertanggungjawab dan berperan aktif dalam melakukan Pembaharuan pendidikan serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya melalui  penelitian tindakan dalam pengelolaan pembelajaran di kelasnya.
Paling tidak ada tiga alasan mengapa penelitian tindakan kelas atau classroom actuion research merupakan langkah yang tepat dalam upaya memperbaiki atau meningkatkan mutu pendidikan. Ketiga alasan tersebut adalah:
  1. Guru berada di garis depan dan terlibat langsung dalam proses tindakan perbaikan mutu pendidikan tersebut,
  2. Penelitian pada umumnya dilakukan para ahli di perguruan tinggi/lembaga pendidikan, sehingga guru tidak terlibat dalam pembentukan pengetahuan yang merupakan hasil penelitian.
  3. Penyebaran hasil penelitian ke kalangan praktisi di lapangan memerlukan waktu lama.
B. PENELITIAN TINDAKAN KELAS 
1. Sejarah Lahirnya PTK
Konsep penelitian guru mula-mula dikemukakan oleh Lawrence Stenhouse di United Kingdom (UK), yang mengaitkan antara Penelitian tindakan (action research) dan konsepnya tentang guru sebagai peneliti. Kemudian John Elliott mempopulerkan Penelitian Tindakan sebagai metode guru mengadakan penelitian di kelas mereka melalui Ford Teaching Project dan selanjutnya mendirikan Jaringan PTK (Classroom Action Research Network).
Selanjutnya Stephen Kemmis memikirkan bagaimana konsep Penelitian Tindakan ini diterapkan pada bidang pendidikan (Kemmis,1983). Berpusat pada Deakin University di Australia, Kemmis dan kolegannya telah menghasilkan suatu seri publikasi dan materi pelajaran tentang Penelitian Tindakan, Pengembangan kurikulum, dan evaluasi. Selanjutnya, artikel mereka mengenai Penelitian Tindakan (Kemmis,1983) bermanfaat untuk pengembangan penelitian Tindakan dalam bidang pendidikan.
2. Pengertian PTK
Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dikenal dengan nama Classroom Action Reserch merupakan suatu model penelitian yang dikembangkan di kelas. Ide tentang penelitian tindakan pertama kali dikembangkan oleh Kurt dan lewin pada tahun 1946.
Menurut Stephen Kemmis (1983), PTK atau action research adalah suatu bentuk penelaahan atau inkuiri melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari (a) praktik-praktik sosial atau pendidikan yang mereka lakukan sendiri, (b) pemahaman mereka terhadap praktik-praktik tersebut, dan (c) situasi di tempat praktik itu dilaksanakan (David Hopkins, 1993:44).
Sedangkan Tim Pelatih Proyek PGSM (1999) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan kelas adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran tersebut dilakukan.
Sejalan dengan pengertian di atas, Prabowo (2001) mendefinisikan makna dari penelitian tindakan yaitu suatu penelitian yang dilakukan kolektif oleh suatu kelompok sosial (termasuk juga pendidikan) yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas kerja mereka serta mengatasi berbagai permasalahan dalam kelompok tersebut.
Definisi tersebut diperjelas oleh pendapat kemmis dalam Kardi (2000) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah studi sistematik tentang upaya memperbaiki praktik penddikan oleh sekelompok peneliti melalui kerja praktik mereka sendiri dan merefleksinya untuk mengetahui pengaruh-pengaruh kegiatan tersebut. Atau bisa disederhanakan dengan kalimat yaitu upaya mengujicobakan ide dalam praktik dengan tujuan memperbaiki atau mengubah sesuatu, mencoba memperoleh pengaruh yang sebenarnyadalam situasi tersebut.
3. Tujuan PTK
Sebagaimana diisyaratkan di atas, PTK antara lain bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan praktik pembelajaran secara berkesinambungan yang pada dasarnya ”melekat” penunaian misi profesional kependidikan yang diemban oleh guru. Dengan kata lain, tujuan utama PTK adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional guru. Di samping itu, sebagai tujuan penyerta PTK adalah untuk meningkatkan budaya meneliti bagi guru.
4. Manfaat PTK
Dengan tertumbuhkannya budaya meneliti yang merupakan dampak bawaan dari pelaksanaan PTK secara berkesinambungan, maka PTK bermanfaat sebagai inovasi pendidikan  karena guru semakin diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara semakin mandiri.
Dengan kata lain, karena para guru semakin memiliki suatu kemandirian yang ditopang oleh rasa percaya diri. Di samping itu PTK juga bermanfaat untuk pengembangan kurikulum dan untuk peningkatan profesionalisme calon guru.
5. Tahap – tahap PTK
Penelitian Tindakan Kelas memiliki empat tahap yang dirumuskan oleh Lewin (Kemmis dan Mc Taggar, 1992) yaitu planning (rencana), Action (tindakan), Observation (pengamatan) dan Reflection (Refleksi). Untuk lebih memperjelas mari kita perhatikan tahapan-tahapan berikut:
a. Planning (rencana)
Rencana merupakan tahapan awal yang harus dilakukan guru sebelum melakukan sesuatu. Diharapkan rencana tersebut berpandangan ke depan, serta fleksibel untuk menerima efek-efek yang tak terduga dan dengan rencana tersebut secara dini kita dapat mengatasi hambatan.
b. Action (Tindakan)
Tindakan ini merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat yang dapat berupa  suatu penerapan model pembelajaran tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki atau menyempurnakan model yang sedang dijalankan. Tindakan tersebut dapat dilakukan oleh mereka yang terlibat langsung dalam pelaksanaan suatu model pembelajaran yang hasilnya juga akan dipergunakan untuk penyempurnaan pelaksanaan tugas.
c. Observation (Pengamatan)
Pengamatan ini berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang  diakibatkan oleh tindakan dalam kelas. Hasil pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga pengamatan yang dilakukan harus dapat menceritakan keadaan yang sesungguhnya.
d. Reflection (Refleksi)
Refleksi di sini meliputi kegiatan : analisis, sintesis, penafsiran (penginterpretasian), menjelaskan dan menyimpulkan. Hasil dari refleksi adalah diadakannya revisi terhadap perencanaan yang telah dilaksanakan, yang akan dipergunakan untuk memperbaiki kinerja guru pada pertemuan selanjutnya.
Dengan demikian, penelitian tindakan tidak dapat dilaksanakan dalam sekali pertemuan karena hasil refleksi membutuhkan waktu untuk untuk melakukannya sebagai planning untuk siklus selanjutnya. Untuk lebih memperjelas fase-fase dalam penelitian tindakan, siklus spiralnya dan bagaimana pelaksanaanya, Kemmis menggambarkannya dalam siklus sebagai berikut:

Cek Data Untuk Guru Lembar Info PTK (Lapor Tunjangan Dikdas)

Cek Data Untuk Guru Lembar Info PTK

 (Lapor Tunjangan Dikdas)


   JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
Apakah anda sudah sync (Sinkronisasi) semester genap ??..  Jika sudah silahkan cek data PTK anda. dan Jika ternyata ada data anda (PTK) yg masih kosong atau kesalahan data.. jangan panik, tunggu saja,,yang penting data di aplikasi dapodik sudah benar dan sudah divalidasi serta sudah sinkronisasi dengan sukses....semua akan indah pada waktunya...

silahkan cek data PTK anda melalui Link berikut :